Senin, 03 April 2017

Takan rapuh pundak

Sepasang pundak lemas terjuntai
Dilantai teramat dingin
Pada bibir yang selalu berbisik mesra menyebut asma-Nya halus

Pada pundak itu pula nasib orang-orang terkasih dirumah ditentukan

Namun...
Menyerah bukan pilihan
Akan ada jalan bagi mereka yang berjiwa pantang menyerah

Selasa, 14 Maret 2017

Berjalan sendiri dengan gagah berani

Kembali...
Menikmati adalah konsekuensi
Tentang hidup yang tak harus kau sesali
Melangkah menerjang halang dengan gagah berani
Disaat proses membuatmu mandiri
Pada ketentuan yang telah dilukis sang Ilahi Robbi
Oleh karnanya kau harus berjuang sendiri
Menjelajah dunia dengan harapan yang tiada henti

Senin, 13 Maret 2017

Ku mengagumimu

Aku kembali melihatnya,dan lagi-lagi seyumku terpancar dipipi. Kau tau kan senyumku manis sekali, lesung pipi yang bertengger disebelah kiri. Haha, aku sungguh yakin kau ikut mengagumi
.
Tulisanmu, aku suka dengan tulisanmu, baik di sosial mediamu, di catatan harianmu, yang menempel di didinding kamarmu, dan surat yang selalu kau buat sewaktu waktu.
.
Aku mengagumi tulisanmu, selalu menghadirkan energi dalam diri,
.
Jika kau ditakdirkan menjadi seorang penulis, aku akan selalu berdoa untuk menjadi seorang pembaca, agar kubisa tetap menikmati setiap tulisanmu menembus cahaya.

Selasa, 28 Februari 2017

Tepak sirih si adat melayu

 

 

Tak dipungkiri dalam tubuh pria yang kurus ini mengalir kental darah melayu yang diturunkan langsung oleh wanita cantik yang biasa di kenal dengan sebutan Ibu. .
Karena masyarakat Melayu terkenal dengan sifat sopan santun, berbudi bahasa serta penuh dengan adat budaya dalam menjalani kehidupan seharian. Adat lebih diutamakan, bak kata pepatah ‘biar mati anak jangan mati adat’, lebih-lebih lagi ketika mengadakan majlis meminang, bertunang dan pernikahan. Untuk memulai upacara merisik, pertunangan dan pernikahan, masyarakat Melayu menggunakan tepak sirih sebagai pembuka kata.
Dalam adat bersirih, setiap bahan yang terkandung mempunyai pengertian dan membawakan maksud tertentu.

SIRIH : Memberi arti sifat yang merendah diri dan sentiasa memuliakan orang lain, sedangkan dirinya sendiri adalah bersifat pemberi.

KAPUR : Melambangkan hati seseorang yang putih bersih serta tulus, tetapi jika keadaan tertentu yang memaksanya ia akan berubah lebih agresif dan marah.

GAMBIR : Dengan sifatnya yang kelat kepahit-pahitan memberikan arti ketabahan dan keuletan hati.

PINANG : Digambarkan sebagai lambang keturunan orang yang baik budi pekerti, tinggi darjatnya serta jujur. Bersedia melakukan sesuatu perkara dengan hati terbuka dan bersungguh-sungguh

TEMBAKAU : Melambangkan seseorang yang berhati tabah dan sedia berkorban dalam segala hal

Tepak sirih digunakan sebagai barang perhiasan dan atau dalam upacara-upacara resmi. karena tepak sirih penting dalam adat istiadat, maka tidak layak digunakan sembarangan.

Senin, 27 Februari 2017

6 pundak


Aroma khas meraba halus hidung
Dingin malam bersama bintang bersinar diangkasa.
Sedikit alunan musik klasik melayukan beban dipundak.
Meja panjang yang letaknya tak jauh dari pintu masuk.
"sruuupppppp....... " seruput nikmat kombinasi pahit manis menari di mulut.
3 pria bersantai disana
Pria yang mengantongi beban bersama.
Hidup dengan kisah yang hampir sama, tiada sosok ayah kini dihidup mereka.
.
Pria yang memiliki lesung pipi sebelah kiri, kulit yang lebih putih dari yang lainnya, hidup teguh bersama waktu, siap melalalang menembus debu, kuat pundak menahan rindu, ditinggal sang ayah sejak kecil dulu.

Pun begitu dengan pria lainnya, berpostur hampir sama, kurus, tak terlalu tinggi, tak begitu hitam juga berparas menarik, ayah berpisah dengan sang ibu, tak habis jua menahan rindu,

Keteguhan mereka untuk satu, senyuman wanita berparas cantik yang disebut dengan 'IBU'

Minggu, 26 Februari 2017

Hai masa lalu, aku hanya ingin menyapamu

Hai masalalu, ini aku, ingatkah kau denganku, tak apa, aku hanya ingin menyapamu.

Hai masa lalu, baik baik saja kah kau?
Iya, aku hanya ingin menyapamu

Hai masa lalu, aku tak akan pernah bisa lupa akanmu, yang ada aku berterimakasih padamu, karna kau aku bisa menjadi seperti sekarang ini

Hai masa lalu, aku hanya ingin menyapamu, karna kini aku tengah sibuk dengan masa sekarang dan berproses mendekat ke mimpi

Hai masa lalu, terimakasih, karna torehan  yang ku dapati kini adalah hasil pelajaran darimu,

Hai masa lalu, terimakasih bahagia hari kemarin, dan dimasa kini aku juga tlah bahagia

Hai masa lalu, kau adalah pelajaran berharga dalam hidupku, membuatku menjadi semakin teliti dalam mengambil langkah, lebih siap dalam menghadapi masalah

Hai masa lalu, kini aku sudah sangat siap menghadapi kehidupan yang baru

Hai masa lalu, terimakasih kuucap untukmu

Hai masa lalu, aku hanya ingin menyapamu

Rabu, 22 Februari 2017

Diri yang ingin selalu berseri

Kudengar melodi itu dari kejauhan
Mendayu dayu menghangatkan
Ada ingatan yang menyusup begitu dalam
Semakin dalam

Ingatan tentang masa lalu
Yang hingga kini mereka tak mampu mengerti
Pernah ku di anggap buruk sekali
Di benci hingga dikata penghancur hati

Aku tak salahkan diriku yang terlahir sebagai lelaki
Mungkin kembali semesta tak mengerti
Tentang maksud dan tujuan hati

Pernah ku putih sebelum hitam
Hitam sebelum putih
Dan mendekap di keabu-abuan

Aku tak tau harus apa
Bolehkan kupinjam warna pelangi
Menangis meminta kepada sang pemilik hati
Tentang diri yang selalu ingin berseri

Ku tak ingin ada yang membenci
Kuingin semua hidup semerbak mewangi
Tapi kesimpulan singkat manusia tentang diri ini
Yang selalu mereka anggap buruk sekali

Hingga kutemukan dia yang selalu anggapku berarti
Ataukah ini warna pelangi yang di pinjamkan Tuhan di pintaku kemarin

Pinjam?
Aku benci kata itu, ada kalanya aku harus kembalikan ke pemiliknya
Oleh karnanya, ku selalu berjanji, untuk menjadikan setiap detik bersamanya kini begitu berarti.
Sebelum sang pemiliknya memintanya kembali.