Kau teman setia.
Dikala senja menyapa maupun gelap gulita.
Kau selau membersamaiku dengan penuh cinta.
Sabar bersamaku di tengah hiruk pikuk masalah ibu kota.
Gagah gemilang menentang tantangan dunia.
Satu yang ku takuti.
Saat aku lalai untuk menjagamu dengan sepenuh hati.
Tak lagi dengan kokoh mengiringi langkah ini.
Jangan kau biarkan aku melangkah sendiri.
Kurindu indah suaramu dipagi hari.
Sambil ku tenggak segelas kopi bersahabatkan potongan roti.
Sangat indah.
semua ingin ku ulang lagi.
Kini kau tersakiti, karna kecerobohan sahabatmu ini.
Teruntukmu,... Si kuda besi.
Senin, 23 Januari 2017
Kuda besi
Minggu, 22 Januari 2017
Sang Pria
Adalah dirimu seorang pria, manusia yang diciptakan Allah dengan segala wibawa.
.
Adalah dirimu seorang pria, manusia yang telah dicipta dengan ruh pemimpin dunia.
.
Adalah dirimi seorang pria, manusia yang telah dicipta sebagai penyempurna hati wanita.
.
Adalah dirimu seorang pria, manusia yang telah dicipta dengan sangat bijaksana..
.
Dengan pandangan semesta raya bahwa kau kuat kuat saja,
Bahwa kau mampu menghadapi segala tantangan dunia.
Tapi apakah mereka tahu kau sedang terluka?
Menangis sejadi jadinya di dalam dada.
Namun kau hebat dalam perkara sandiwara,
Kau terlihat perkasa, kau tak apa.
Kau gila
Kau..
Manusia yang telah memperjelas keraguanku
Sempat ku kecewa dengan cinta.
Dengan semua janji indah yang terbang bersama debu.
Sempat ku kecewa dengan cinta.
Dengan keindaan coretan para penulis dalam mendeskripsikan cinta.
Sempat ku anggap mereka semua dusta.
Omong kosong, fatamorgana.
Siapa mereka?
Apakah mereka Tuhan? , menciptakan cerita yang indah namun sebenarnya tak ada.
Aku gila, aku hilang.
Namun saat ku temukan kau.
Keraguanku mulai pudar.
Percayaku pada cinta yang sesungguhnya itu nyata.
Kau mengubah segalanya.
Kau membuatku lebih gila.
Kau menjawab semua pertanyaan yang hampir membuatku tak percaya.
Kau jawabannya.
Kau cinta....
Sabtu, 21 Januari 2017
Januari
Di sebelas bulan yang ku lalui
Aku selalu menunggu mu
Selalu kutuliskan banyak rencana untuk menghabiskan waktu disini
Sejak terompet itu berbunyi
Sejak langit mulai berwarna warni
Sejak kemegahan semesta di tampilkan di tv
Aku memilih tak menjadi bagian dikala tempat itu terbanjiri
Aku memilih diam di tempat sempit dan gelap ini
Dengan harapan mimpiku terbang melejit melewati langit langit rumah ini
Mimpi yang mampu mengangkasa
Bersahabat dengan bintang
Bersinar bak mentari
Aku pernah merasakan kehilangan disini
Pernah mengerti arti penciptaan disini
Mengerti arti keakraban, cinta, kasih dan harapan.
Kematian superman di filmnya tidak lebih menakutkan dari pada aku megingat ini.
Aku kehilangan superheroku disini.
Air mata mengucur deras bak hujan di sore hari.
Selalu kuharapkan kehadiran pelangi.
Hingga kini
Hingga kini
Belum ku temui, masih menjadi misteri.
Kemana pelangi setelah hujan turun?
Malah ku temukan banjir yang mematikan.
Namun selalu ku coba untuk tetap mencari pelangi
Di tempat yang berbeda, dengan suasana yang berbeda.
Namun saat kau ku lewati, aku tetap berharap kau kembali.
Diri ini bermula di sini, dengan kekuatan cinta sang putri.
Aku hadir disini,
Di bulan ini..
Januari..
Kamis, 01 Desember 2016
PTKI Dan Diri Yang Membiru
Alhamdulillah, tulisan kali ini aku mau cerita tentang sedikit cerita kehidupan di PTKI ( Politelnik Teknik Teknologi Kimia Industri) sering di plesetin mahasiswa (Politeknik Tak Kenal Istirahat) salah satu kampus di bawah naungan kementerian Perindustrian RI.
Setelah lama mendekam di Asahan dan akhirnya sekarang aku kuliah di PTKI tercinta. Banyak banget hal-hal yang bikin aku geleng geleng kepala sendiri, menyadari bahwa banyak hal yang aku baru tahu dan ga habis fikir.
Setidaknya ada beberapa hal yang aku rasain disini
Yang pertama, Iklim Belajar Yang Gak Manusiawi dan Dosen serta Asisten Laboratorium yang Berwatak Predator Penguasa Rimba.
Awal masuk dosen sudah mengingatkan "disini bukan tempat main-main, bukan kampus untuk tempat nongkrong-nongkrong"
Kupikir ini sejenis gertakan jambu, tapi ternyata, jangankan nongkrong, nafas aja susah, seriusan!!
Kalo SMA dulu, kalo ada tugas masih bisa SKS alias sistem kebut semalam, bahkan tugas yang disebut tugas besar bisa diselesaikan H-2 dengan bantuan teman yang kesetiaannya kayak udah terikat janji tumpah darah. Disini boro boro H-2, tugas kecil, tugas upil, tugas ketombe ataupun tugas mikroba atau apalah namanya, kalau mau gak stress kudu di kerjain 2 tahun sebelumnya.
Laporan praktikum yang selalu dirindukan, dengan mesin tik, yang suaranya terus menggema hingga fajar tiba, ohh... Sudahlah,,,, hayati lelah bang.
Hebatnya setelah capek capek ngerjain tuh laporan, asisten dengan gampang mengatakan laporan itu salah dan buruk sekali. Oh no beibeh.. 'pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahkuuu..... '
Pedih
Kampus aktif sampai jam 6 sore, tapi tuh kampus bener bener aktif seharian, masuk pabrik, nge lab sana sini, acc, sampai beberapa mahasiswa bersahabat dengan tipus dan asam lambung, wadduuuuh cintaa. AKu sayang sekaliiiii.... Doraemoooon.
Iklim belajar yang gak manusiawi ini memang cukup memakan korban. Banyak mahasiswa yang menghilang tiba tiba, bahkan kemarin sempat terdengar berita ada yg bunuh diri. Oohh nooo...
Yang Kedua, Tipikal Obrolan Dan Humor Yang Susah Dipahami Mahasiswa Pada Umumnya
Kalo lo lagi ngumpul sama teman temanlo, apasaja sih yang di obrolin? Pasti ga jauh jauh dari kegiatan sosial sehari hari, macem cewek/cowok lu yang ngeselin, atau cerita emaklo yg baru pulang umroh, mungkin juga tentang artis artis yang ketauan make narkoba.
Aku : "Kenalin aku wahyu"
Si A : "ha"
Aku : "lo aslinya orang mana? "
Si A: "Asahan"
Aku : "oh sama dong aku juga"
Sih A : "ok"
Fix, apa cuma gue di dunia ini yg nemu orang bahkan sesama penggemar teletubies aja pasti seneng banget dan langsung bisa ngobrol ngalur ngidul dari A sampai Z
Tapi akan beda ketika lo ngomongin Ilmu Pengetahuan.
Sih A : "yu, kau tau reaksi pemecahan trigliserida? "
Aku : "waduh aku lupa"
Si A : " Sumpah lo ga tau? Itukan oleokimia banget. Bla bla bla bla..... "
Disini gosip seputar Nikita Mirzani dan prostitusi artis (lagi lagi) atau kabar burung oprasi plastiknya aurel hermansyah, kalah dibanding berita teknologi terbaru pada pengolahan kelapa sawit.
Dari segi pembicaraan sudah absurd dari segi humor lebih parah lagi.
Aku ga ngerti
"Kalau begini akupun jadi sibuk, berusahaa mengejar ngejar diaaa, matahari menyinari semua perasaan cinta, tapi mengapa hanya aku yg dimarahiiiii. "
Aku pikir aku hampir menyerah, beruntung banyak orang yang selalu mensuport aku, Ibu ku selalu menghibur setiap aku nelpon buat cerita cerita karena depresi berkepanjangan.
Dan juga Allah mengirim -sohib gue di sejiwa sekata dan makasih juga buat para marbot ganteng.
Tulisan ini mengingatkan bahwa bagaimanapun keadaannya, tetap percaya pada mimpi mimpi kita, percaya pada kemampuan diri kita diiringi permohonan kepada Yang Maha Segalanya adalah yang paling penting. Kedepan pasti tantangan akan lebih berat lagi. Tetapi aku ingin dengan mengingat pencapaian kecil ini semangat dan antusiasmeku takkan pernah padam.
Temukan aku di ig : yu_ramadhan
Kamis, 24 November 2016
Pelembut Hati
Bagaikan kupu-kupu yang terbang drngan keindahan dirinya.
Betapa serinnya ia melihat bayangan dirinya yang terpantulkan oleh riak air seakan akan bagaikan bintang yang berkilauan, sedang permukaan air adalah cakrawalanya.
Ia terbang mengelilinginya, menatapinya dan merindukan seandainya dapat hinggap padanya. Akan tetapi hampir saja ia binasa tenggelam seandainya ia tak segera sadar. Itulah gambaran jiwa yang beriman, mustahil membodohi dirinya.
Jelas sekali perbedaan antara kesesatan dan petunjuk baginya.
Rabu, 26 Oktober 2016
Berita melayukan harapan- cerita pendek yuramadhan
Langit kembali menyapa, matahari pagi pun tersenyum. Mengisyaratkan para keluarga untuk menghabiskan pagi di hari minggu itu, lain keluarga yang bermalas malasan dan tetap bekerja.
Langit serasa sangat bersahabat, ikut merayakan hangatnya bersama keluarga pun serasa sangat indah. Sangat hangat.Cinta menumpuk di sana, seperti ingin waktu itu tetap diam. Ayah
Bebrapa orang di desa itu memiliki tradisi tersendiri untuk menghabiskan waktu mereka. Walaupun hanya sekedar duduk dan tetap diam di depan televisi.
"ayah lihat rambutmu sudah mulai panjang, ganti bajumu kita pergi potong rambut, agar ibumu tetap mengenal kita sebagai pria tertampan yang pernah di kenalnya".
AKu masih mencoba merayu ayah agar tak memotong rambutku, tetapi sorot pandang ibu mengarahku lebih mampu merayuku untuk tetap mengikuti perintah ayah.
Seperti sudah mengerti, seniman rambut yang sudah di anggap mahir dan biasa oleh Ayah. Tidak boleh dengan gaya ku inginini. Aku memang harus mengamini perintah pria hebat itu, ya.. Pria yang beribu kali lipat lebih hebat dari seorang superman. Dan aku berjanji untuk tetap menyayanginya sampai kapanpun. Hasil potongan yang sama. Tidak menampik pandangan orang bahwa kami adalah keluarga yang sangat harmonis, mungkin seharmonis daun dan ranting, terkadang melambai kearah yang sama.
Ruang tamu yang hampir bertemu dengan dapur rumah dengan pemisah dinding triplek berdiri kaku, terhiasi foto lelaki gagah bersama istri dan ketiga anaknya. Satu lelaki dan dua perempuan.
Bila dilihat dengan perhatian lebih, lelaki di foto itu persis menyerupaiku, hampir keseluruhan, berdiri gagah.
Teh sudah tak terlalu panas, sudah mulai tak sabar untuk segera dicumbui. Gelas kaca bening menjadi wadah teh dan air untuk berkolaborasi. Serutan pertama dengan di temani sepiring kripik menambah ramai suasana.
"Nak, kau harus belajar dengan baik, anak laki laki itu harus hebat, ia mampu menjaga adik adiknya dengan baik".
Mungkin setupan teh tadi membangunkannya dari kesibukan rutin yang monoton, dan memilih bercengktama denganku. " iya yah.. Abang ngerti yah " aku masih mencoba merenungi celetukannya tadi, diam. Tetap diam, sepertinya aku makin mirip dengan ayah yang hobi mendiamkan orang sekitarnya.
Siara ring tone hp lamabhitam itu berdering kencang, diraihnya dengan cepat tanpa melihat siapa namanyang tertulis di layarnya. Entah mengapa setelah mengangkat telpon itu ayah mengangkat telpon itu, ia langsung bergegas untuk pergi, entah dari siapa telpon itu. Kembali aku menerka bahwa itu dari rekan kerjanya, paling ada berita yang harus di liput. Karenanyang ku tahu ayah adalah seorang jurnalis.
Bersiap dengan cepat dan berpakaian sangat rapi.
Pergi dengan membawa restu dari anak istrinya, salam yangan dan kecupan di keningku itu sangan membuat kami merasa sangat hangat. Penuh cinta.
Siang itu aku masih bermain dengan anak anak desa lainnya, seperti biasa, dengan senang dan penuh bahagia. Entah mengapa kenapa ada saja orang yang ingin menghancurkan kebahagiaanku. Aku di jemput dan di paksa untuk pulang oleh orang suruhan ibu.
Tenda tenda terpasang, dengan kursi yang tersusun raoi, tiang tiang yang telah berkarat, terpal terpal yang beberapa talinya tersangkut kencang di pohon-pohon pisang di sana.
Aku diperkenankan untuk segera mandi dan memakai pakaian yang telah tergeletak di atas tempat tidurku. Tak dapat ku baca ekspresi seluruh orang di rumah ini.
Tiba tiba rumah menjadi ramai disusul oleh mobil yang telah aku kenal namanya. Adalah ambulan yang tiba tiba terparkir di depan rumahku.
Apa ini?
Ada apa?
Masih menjadi pertanyaan beaar dalam benakku.
Seorang pria di turunkan dari ambulan itu, di sambut tangis seluruh kerabat, siapa dia?
Kembali aku melihat kearah foto yang melekat pada triplek rumah ini, wajahnya sama persis dengan pria yang diturunkan dari ambulan tadi.
Kecelakaan itu telah merenggut nyawanya. Sontak hati ini seperti hancur, darah ini mengalir kencang seprti terpaan sunami, isi kepala sudah seperti terkena hentakan dahsyat. Hancur, semua serasa hancur. Super hero itu kini hanya hidup di dalam angan, kini iyab telah tertidur lelap.